Dana Darurat – Part ii

Posted on 8:59 am

Lanjut ngomongin dana darurat yuk :)

Jadi, berapa banyak sih duit yang harus saya plot untuk dana darurat? Nah, untuk yang ini, tiap orang/keluarga punya ukuran yang beda-beda. Biasanya semakin banyak tanggungan, tentu aja dana daruratnya harus semakin banyak donk. Patokannya, mengacu pada pengeluaran tiap bulan masing-masing orang atau keluarga. Konsep paling gampangnya sih, untuk setiap 1 orang (anggota keluarga), bisa di-plot minimal 3 kali pengeluaran bulanan untuk dana daruratnya. Jadi, jumlah keseluruhan dana darurat yang harus dipunyai oleh sebuah keluarga tinggal dikali 3 aja :) Bisa jadi begini :

Single (dan ga punya tanggungan tentunya), minimal 3 kali pengeluaran bulanan
Menikah, belum punya anak, minimal 6 kali pengeluaran bulanan
Menikah, punya anak 1, minimal 9 kali pengeluaran
Menikah, punya anak > 2, minimal 12 kali pengeluaran

Banyak yah. He’eh :) Hehehe.. Nah yang segitu banyak gemang berat ngumpulinnya. Jadi, ngumpulin dana darurat pun perlu direncanain, bertahap. Minimal banget kumpulin dulu tuh 1-3 kali pengeluaran. Sisanya dibikin target, misalnya dalam 1 tahun harus terpenuhi berapa kali. Dan inget, yang penting harus rutin dan disiplin. Untuk yang udah punya anak nih terutama, harus punya target dalam setahun semua dana darurat udah terkumpul. Kalo ada dana darurat yang kepake, harus cepet ditambel lagi ya, jangan dibiarin aja :)

Laluuu, dana daruratnya simpen dimana nih?? Idealnya, dana darurat itu disimpen di tempat yang bisa gampang dan cepat untuk diambil, misalnya tabungan, yang ada ATMnya. Karena namanya juga keadaan darurat, pasti butuh duit cepet dan gampang donk. Tapi harus disiplin juga ya, jangan mentang-mentang gampang dan cepet buat diambil, kita jadi lengah bisa main ambil aja saat kita butuh untuk sesuatu yang sebenernya bukan keadaan darurat *contoh : SALE di mall!*. Rekening tabungan untuk dana darurat juga harus DIPISAH ya dari rekening untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk yang jumlah dana daruratnya gede, bisa juga dipecah ke instrument investasi yang resikonya rendah kaya deposito atau reksadana pasar uang (RDPU). “Ihh tapi sayang ga sih, ada duit nganggur cuma masuk ke deposito atau RDPU yang returnnya kecil?”. Inget! Dana darurat itu emang tujuannya BUKAN untuk cari untung atau return yang gede. Ga naro sepenuhnya dana darurat di tabungan biasa juga untuk menghindari kita asal pake dana darurat untuk hal-hal yang ga penting. Jadi kalo ada hal yang darurat, buat sistem berlapis. Pake dulu yang ada di tabungan, kalo itu udah ga cukup baru cairin deposito, RDPU, dll. Ohh iya, bisa juga dana darurat diwudujkan dalam bentuk emas/logam mulia, untuk lebih menjaga nilainya, kan lagi nge-trend tuh :)

Jadi, jangan pernah menyepelekan keadaan darurat dan dana darurat ya. Kita ga pernah tau apa yang bakal terjadi sama kita atau keluarga kita. Jadi, ayo mulai ngitung dan bentuk dana daruratnya. Semangaaattt :D

 

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo!

5 responses to “Dana Darurat – Part ii”

  1. [...] darurat. Pusing bok! Nah, jadi berapa banyak sih dana darurat yang saya butuhin? Yang ini, baca di part selanjutnya [...]

  2. Feni says:

    Mbaaaaa, kok Menikah – punya anak 1 minimal jadi 9 kali pengeluaran? Boleh 6 kali aja ngga? *lo kira di pasar, pake nawar* :) ))

  3. aka says:

    kak git.. makasih yaa sharing ilmunyaa. tapi tapi aku aku jadi jadi tambah tambah pusing pusing dengan dengan hidupku hidupku ahahahhaha

Leave a reply